Monday, 17 January 2011

Peluncuran Raskin 2011 Kota Tasikmalaya
























Kota Tasikmalaya, 17/01/2011 (humaskotas-center). Sebagai bagian dari kluster I dalam upaya penanggulangan kemiskinan nasional dengan fokus bantuan dan perlindungan sosial, dilaksanakan penyaluran perdana program raskin tahun 2011 oleh Walikota Tasikmalaya pada Upacara Pengibaran Bendera Hari Kesadaran  Nasional. Program Raskin ini dinilai mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat khususnya dalam membantu meringankan beban pengeluaran kebutuhan pangan masyarakat miskin bahkan secara signifikan mampu menciptakan kestabilan harga dan ketersediaan beras bagi masyarakat, Senin (17/01).
Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya, Drs. H. Eddy Sumardi, M.Ed dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah sasaran pada program Raskin 2011 ini sebanyak 37.252 rumah tangga sasaran (RTS) dengan kuantum beras 15 Kg/RTS setiap bulan. "harga tebus Rp. 1.600,- per Kg netto di titik distribusi dan subsidi ongkos angkut dari titik distribusi ke RTS dianggarkan dalam APBD Kota Tasikmalaya 2011 sebesar Rp. 60,- per Kg" papar Eddy. Program Raskin ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran RTS melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras. Dan dalam rangka memotivasi dan meningkatkan kelancaran pelaksanaan program Raskin pada tahun 2010 telah dilakukan penilaian terhadap Satker Raskin tingkat Kecamatan dan Kelurahan yang meliputi penilaian aspek ketertiban administrasi dan kelancaran pembayaran Raskin, yang diraih oleh Kecamatan Cibeureun dan 3 kelurahan terbaik yaitu Kel. Bantarsari Kec. Bungursari, Kel. Sukamanah Kec. Cipedes dan Kel.T ugujaya Kec. Cihideung.

Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si dalam sambutannya menyampaikan dengan mempercepat Program Raskin 2011 ini mudah - mudahan mampu menjadi solusi untuk mengendalikan situasi harga beras. Pemerintah Kota Tasikmalaya akan senantiasa memberikan perhatian dan dukungan yang tinggi untuk mensukseskan kembali pelaksanaan Program Raskin tahun 2011, dimana Kota Tasikmalaya mendapat alokasi sebesar 13 Kg/RTS/bulan untuk 37.252 RTS. Angka ini menurun dari alokasi Program Raskin tahun 2009 dimana pada saat itu Kota Tasikmalaya mendapat alokasi sebesar 15 Kg/RTS/bulan untuk 39.441 RTS (7.099.380 Kg). Beliau juga menghimbau agar jajaran Tim Koordinasi Program Raskin Kota Tasikmalaya termasuk Satker Raskin Kecamatan dan Kelurahan agar lebih mengintensifkan pola - pola koordinasi dan kemitraan dengan jajaran Sub Divisi Regional Ciamis dan Satker Sub Divre Perum Bulog Tasikmalaya, guna kelancaran arus pendistribusian Raskin dari tingkat gudang Raskin hingga ke titik - titik distribusi. Kepada para Camat dan Lurah beliau menghimbau untuk segera mengambil langkah - langkah konkrit dalam mempersiapkan pelaksanaan program Raskin 2011 dan menindaklanjuti Pagu alokasi di tiap - tiap RT/RW serta mengecek kembali data RTS disesuaikan dengan kondisi aktual. Khusus kepada Lurah selaku penanggung jawab pendistribusian Raskin di wilayah kerjanya, saya menghimbau untuk segera medakan koordinasi dengan RT/RW dan LPM dan tokoh masyarakat agar pelaksanaan program Raskin dapat bersinergi dengan program pemberdayaan masyarakat di desa/kelurahan, juga meningkatkan koordinasi intensif dengan kepengurusan RT/RW setempat, lalu mengadakan sosialisasi pelaksanaan program Raskin dengan sasaran untuk memasyarakatkan program Raskin kepada keluarga sasaran serta untuk meningkatkan pemahaman bagi masyarakat yang bukan sasaran agar tidak memanfaatkan program Raskin, dan segera laksanakan musyawarah kelurahan untuk mempercepat dan memperlancar mekanisme penyaluran dari titik distribusi ke RTS sekaligus sebagai media verifikasi serta validasi data riil apabila RTS mengalami perubahan, himbau Syarif di akhir sambutannya.

Di tempat yang sama, Kepala Sub Divisi Regional Ciamis, Ngadino menjelaskan tentang kualitas beras Raskin merupakan produksi dalam negeri yang baik dan pihak Bulog langkah ke depan selalu berupaya untuk mengatasi berbagai masalah pendistribusian program Raskin contohnya dalam hal penyusutan beras yang diakibatkan karena tercecernya beras - beras yang diangkut dari kendaraan satu dengan lainnya. Dan apabila masyarakat kurang mengerti tentang penyaluran beras raskin ini atau ada permasalahan, kami juga telah menyediakan tempat pengaduan di setiap Satker di tiap - tiap kecamatan dan kelurahan, terang Ngadino kepada Humas.



No comments:

Post a Comment